Judul Buku
Penulis
Cetakan
Diterbitkan
Ketebalan
ISBN
Resensor
|
:
:
:
:
:
:
:
|
Sekolahnya Manusia; Sekolah Berbasis Multiple Intelligences di Indonesia
Munif Chatib
Ke XV, Juni 2012
Penerbit Kaifa, PT.Mizan Pustaka
xxiv + 188 h; 23,5 cm
978-979-1284-28-8
Muhammad Iqbal (Koord. Divisi Kaderisasi Forum Lingkar Pena (FLP) Sulteng 2013)
|
Setelah sukses dengan buku sebelumnya,Sekolahnya para Juara: Menerapkan MI di Dunia Pendidikan, Munif Chatib kembali mendedikasikan ilmu dan pengetahuannya dalam bentuk buku Sekolahnya Manusia. Berawal dari ketertarikannya dalam dunia pendidikan ditunjukkan pada keseriusannya dalam menyelesaikan studi Distance Learning di Supercamp Oceanside California USA yang dipimpin oleh Bobbi DePorter tahun 1998-1999, Munif Chatib menghadirkan suguhan baru untuk para pecinta maupun penggiat pendidikan. Memberikan gambaran yang sangat jelas untuk memilih, apakah membangun “sekolah robot” atau “sekolah manusia”.
Manusia adalah makhluk yang pintar/cerdas, sebab setiap manusia terlahir dalam kondisi memiliki kecerdasan masing-masing. Pelajar sebagai peserta didik dalam sebuah sekolah –di manapun dia berada, baik di desa atau di kota, entah anak orang kaya atau miskin- tentu saja memiliki potensi kecerdasan yang beragam. MIR (Multiple Intelligences Research) dan MIS (Multiple Intelligences System) yang di kembangkan oleh Howard Gardner dan kemudian dibawa Penulis –Munif Khatib- ke Indonesia dengan sentuhan-sentuhan inovasi, memberikan cahaya terang terhadap problem pendidikan di Indonesia. Dengan metode MI (Multiple Intelligences) yang menitik beratkan pada kecerdasan majemuk, yakni setiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing.
Keunggulan sumber daya manusia hakikatnya bergantung pada bagaimana membangun sekolah yang dapat memicu perkembangan potensi peserta didik. Hal ini tidaklah susah, namun tidak pula mudah. Sebab, justru banyak sekolah yang sadar atau tidak, malah membunuh banyak potensi peserta didiknya. Buku Sekolahnya Manusiasangat dianjurkan bagi para pendidik yang ingin berubah menjadi pendidik yang kreatif serta mampu menjadikan sekolah menjadi corong pengembangan dan bukan pembunuhan potensi diri.
Buku Sekolahnya manusia hadir ditengah-tengah problem pendidikan yang kian memprihatinkan. Predikat “sekolah robot” kian melekat di beberapa sekolah di negeri ini, mulai dari proses pembelajaran, target keberhasilan sekolah, hingga pada sistem penilaiannya yang tidak memanusiakan manusia. Hingga pada akhir buku ini, memberikan simpulan jelas bahwa Sekolahnya Manusia adalah sekolah yang berbasis MI (Multiple Intelligences), yaitu sekolah yang menghargai berbagai jenis kecerdasan siswa.
Dikutip Dari : Link
0 komentar:
Posting Komentar