Rabu, 24 September 2014
I LOVE SDIT AT-TAQWIM
Ditunggu Like Nya !!!!!
Ditunggu Like Nya !!!!!
Ditunggu Like Nya !!!!!
Ditunggu Like Nya !!!!!
Ditunggu Like Nya !!!!!
Ditunggu Like Nya !!!!!
Ditunggu Like Nya !!!!!
Ditunggu Like Nya !!!!!
Ditunggu Like Nya !!!!!
Ditunggu Like Nya !!!!!
Ditunggu Like Nya !!!!!
Ditunggu Like Nya !!!!!Ditunggu Like Nya !!!!!
Ditunggu Like Nya !!!!!Ditunggu Like Nya !!!!!
Kegiatan Renang
Salah satu materi pwmbelajaran dalam mapel penjas adalah renang. Untuk merealisasikannya dilaksanakan kegiatan renang. Beberapa penampakan anak2 saat renang di kampung sawah.
Sabtu, 13 September 2014
Buku Kurikulum 2013 beredar di Toko
SURABAYA - Keterlambatan distribusi buku kurikulum baru berdampak serius. Karena buku-buku dari percetakan pemenang lelang tidak kunjung datang, murid-murid di Surabaya memilih membeli di toko buku. Padahal, buku itu dilarang diperjualbelikan. Kenyataannya, buku tersebut justru beredar bebas dan lebih mahal.
Tahun pelajaran baru 2014–2015 memang telah masuk pekan ketiga. Orang tua dan siswa umumnya berburu buku-buku literatur baru untuk pembelajaran. Namun, tahun ini berbeda. Jauh-jauh hari, Kemendikbud maupun dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota mengimbau wali murid tidak membeli buku pelajaran Kurikulum 2013.
Sekolah pun diwanti-wanti tidak memasukkan penerbit lain ke sekolah dengan alasan apa pun. Mereka hanya boleh membeli ke percetakan pemenang tender yang disetujui Kemendikbud dengan dana BOS buku. Yang melanggar akan terkena sanksi pidana.
Kepada orang tuanya, siswa pun menyatakan akan mendapat buku gratis. Namun, buku yang ditunggu-tunggu baru tiba sebagian dan tidak merata. Penyebabnya, penerbit telat mengirim buku-buku ke sekolah.
Orang tua dan siswa pun mencari buku ke berbagai toko. Ternyata, buku-buku Kurikulum 2013 yang katanya gratis dan tidak diperjualbelikan ada di pasaran. Harganya dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET) yang pernah diungkapkan Kemendikbud. HET dari Kemendikbud adalah Rp 9.000, sedangkan harga secara umum dibanderol Rp 7.000 hingga Rp 9.000.
Di toko buku, harga buku Kurikulum 2013 mencapai Rp 20.500. Asli atau tidak, yang pasti buku itu sama dengan buku-buku dari percetakan yang telah sampai ke tangan siswa. Nayla Rahma Tsabita, siswi salah satu SD di kawasan Surabaya Selatan, membeli buku-buku Kurikulum 2013 ke salah satu toko di kawasan Ngagel.
Hingga kini, Nayla mengungkapkan baru mendapat satu buku tematik dari sekolah. Yakni, buku tematik 1. Padahal, seharusnya sampai lima buku. Sebenarnya, sekolahnya sudah mendapat CD mata pelajaran dari Kemendikbud. Siswa bisa memfotokopi. Namun, daripada memfotokopi, Nayla dan kawan-kawan lebih memilih membeli buku di toko. ’’Ada kok. Saya membeli buku tematik 2 sampai 5,’’ jelasnya.
Nayla mengakui, harganya lebih mahal daripada HET resmi. Yang penting buku-buku itu sama persis dengan buku yang dia dapat dari sekolah. Buku yang dia dapat dari toko tersebut juga tanpa penerbit. Hanya ada logo Kemendikbud. Di sana juga tercantum tulisan bahwa buku itu dilarang diperjualbelikan. Cetakan, logo, dan isi sama persis dengan buku asli.
Bukan hanya Nayla. Siswa di beberapa sekolah juga memilih membeli buku di toko. Mereka tidak puas jika tidak segera mempunyai buku-buku pelajaran. ’’Saya resah jika anak saya belum membeli buku. Sudah dua minggu buku tidak datang. Saya cari ke toko ternyata ada,’’ ungkap Astrid, seorang wali murid.
Ditanya mengenai fakta itu, Kadispendik Surabaya Ikhsan menyatakan belum tahu. Namun, dia berjanji secepatnya mengecek. Yang pasti, kata Ikhsan, distribusi buku ke sekolah terus berjalan. Dia optimistis pengiriman buku akan selesai.
Mantan kepala Bapemas KB Surabaya itu menjelaskan, semua sekolah sebenarnya sudah mendapat CD pembelajaran. Siswa atau guru bisa mencetaknya per tema. ’’Jadi, kalau mau dikopi, ya satu tema dulu. Setelah habis, baru tema lain,’’ ujarnya. Siswa juga bisa men-download materi buku melalui website Kemendikbud.
Dispendik, lanjut Ikhsan, terus berkoordinasi dengan percetakan agar segera menuntaskan distribusi buku. Terkait dengan penjualan buku kurikulum baru secara bebas di pasaran, dispendik tidak mengetahui siapa yang menjual. Begitu pula, apakah buku tersebut abal-abal atau tidak, Ikhsan memilih tidak berkomentar.
Dispendik mengimbau siswa lebih baik tidak membeli buku di luar. Sebab, mekanisme pembelian buku sudah diatur pemerintah. Guru dan siswa mendapat gratis dari sekolah.
Di tempat terpisah, Kepala Dikbud Jatim Harun menyatakan sudah mengetahui adanya penjualan buku-buku kurikulum baru di pasaran. Namun, dia tidak tahu apakah hal itu yang kemudian memperlambat distribusi buku atau tidak. ’’Informasi yang saya dapat, buku yang dijual di pasaran sama persis dengan buku asli. Saya tidak bisa menjelaskan masalah ini karena bukan kewenangan saya,’’ jelasnya.
Namun, Harun menuturkan sudah berkoordinasi dengan dispendik kabupaten/kota di seluruh Jatim. Intinya, mereka diminta mengimbau sekolah supaya siswanya tidak tergoda membeli buku di luar. ’’Sebab, ini akan merugikan siswa,’’ ucapnya. (kit/c23/roz)
Sumber Jawa Pos
Diskusi dan Presentasi IPS
Kurikulum 2013 menantang siswa untuk lebih kreatif dan kritis. Untuk menumbuhkannya bisa dengan diskusi dan presentasi. Seperti yang dilakukan oleh anak2 kelas 6 berikut ini. Materi tersampaikan dengan lbh menarik.
Jumat, 12 September 2014
Pesan
Rabu, 10 September 2014
Karya Anak
Untuk mengasah kemampuan anak dalam bidang menulis, maka bagian Kurikulum SDIT AT-TAQWIM Menantang anak-anak untuk mengirimkan tulisan terbaiknya ke bagian editor blog at-taqwim. Untuk karya yang dianggap bagus dan layak untuk terbit akan di tampilkan di rubrik khusus Anak di halaman Karya Anak. mudah-mudahan seluruh karya anak ini menjadi insfirasi bagi anak-anak yang lain untuk senantiasa berkarya.Selama ini masih minim sekali media untuk tempat penyaluran hasil karya mereka. Maka sekarang lewat media online ini Karya Anak bisa lebih optimal dan tersalurkan.
Sekian , semoga menjadi jembatan Informasi bagi kita Semua. Silahkan menuju halaman Karya Anak untuk melihat Karya Anak terbaik.
Klik Disini Karya Anak
Selasa, 09 September 2014
Senin, 08 September 2014
Minggu, 07 September 2014
Program Qurban Berkah 1435 H
Sebagai bentuk kegiatan rutin tahunan, kami panitia Qurban SDIT At-Taqwim akan menyelenggarakan Program Qurban Berkah 1435 H, untuk warga yang berada di sekitar lingkungan SDIT At-Taqwim. Kegiatan ini bertujuan mendorong pesdik merealisasikan perintah Al-Quran dan As-Sunnah untuk mencintai golongan fakir miskin, melatih pesdik untuk mengasah kecerdasan sosial, yaitu jiwa empati dan rasa solidaritas, serta membangun komunikasi dan interaksi (ukhuwah) antara warga sekolah (pesdik/guru/staf) dengan warga sekitar sekolah.
Oleh sebab itu, kami mengajak Bapak/Ibu orangtua pesdik untuk berpartisipasi dalam program ini dengan cara memberikan infaq, baik dalam bentuk uang, ataupun berupa hewan qurban yang diserahkan kepada Panitia Qurban Berkah 1435 H, melalui Kasir SDIT At-Taqwim up. Bp. Eriyanto HP 08197686012. Adapun Kisaran Besaran Harganya adalah :
Infaq dalam bentuk uang : Rp. 2.500.000,-/jiwa, untuk sapi dan domba qurban
(sudah termasuk infaq untuk pemeliharaan dan distribusi)
PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
Teori belajar PBL
Kurikulum sekolah kita merupakan kurikulum berbasis kompetensi (Competence_Based
Curriculum), bukan kurikulum berbasis pengetahuan (Knowledge_Based Curriculum).
Sebagai kurikulum berbasis kompetensi (KBK), kurikulum sekolah kita dapat
dikategorikan sebagai pengalaman bukan sekedar pedoman atau kumpulan materi untuk
dipelajari. Konsekuensinya, guru dalam pembelajaran harus memfasilitasi para siswa
dengan berbagai kegiatan sehingga para siswa mendapat pengalaman belajar yang
bermakna.
PBL dimulai dengan asumsi bahwa pembelajaran merupakan proses yang aktif, kolaboratif, terintegrasi, dan konstruktif yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan
kontekstual.
PBM ditandai juga oleh pendekatan yang berpusat pada siswa (students’- centered), guru sebagai fasilitator, dan soal terbuka (open-ended question) atau kurang terstruktur (ill-structured) yang digunakan sebagai rangsangan awal untuk belajar. Soal terbuka maksudnya adalah soal yang memiliki banyak solusi dan karenanya siswa perlu mengkaji banyak metode sebelum memutuskan jawaban tertentu. Masalah yang kurang terstruktur akan mendorong siswa untuk melakukan investivigasi, melakukan diskusi, dan mendapat pengalaman memecahkan masalah.
Selain menekankan learning by doing, PBL membuat siswa sadar akan informasi apa yang telah diketahui pada masalah yang dihadapi, informasi apa yang dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan tersebut, dan strategi apa yang akan digunakan untuk memperlancar pemecahan masalah. Mengartikulasikan pikiran-pikiran tersebut akan membantu siswa menjadi pemecah masalah (problem solver) dan siswa yang mengetahui apa yang harus dilakukan (self-directed) yang lebih efektif.
Tujuan dari PBL
Memfasilitasi siswa agar:
1. Berpikir kritis dan analitis
2. Mencari dan memanfaat sumber belajar yang berasal dari lingkungan sekitar,
3. Menggunakan pengetahuan secara efektif, dan
4. Mengembangkan pengetahuan dan strategi untuk permasalahan selanjutnya.
Kegiatan-kegiatan pada PBL
Pada dasarnya terdapat dua kegiatan utama: pemecahan masalah dan mempelajari materi berdasarkan penyelesaian masalah tersebut.
Langkah-langkah PBL
Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah:
Penentuan masalah
Penentuan masalah dapat dilakukan oleh guru dan para siswa, atau diajukan oleh guru untuk menyesuaikan dengan kompetensi yang akan dicapai.
Ciri-ciri masalah untuk PBL:
- tidak terstruktur dengan baik (ill-structured)
- memerlukan informasi lebih lanjut untuk memahaminya dibandingkan dengan soal biasa,
- memuat banyak cara penyelesaian,
- dapat berubah dengan adanya informasi baru,
- terhindar dari anggapan bahwa siswa telah mengetahui jawabannya,
- menimbulkan minat dan kontroversi dan menyebabkan siswa bertanya-tanya,
- memiliki banyak jawaban dan cukup kompleks sehingga memerlukan kerjasama dan perlu pemikiran bukan sekedar ingatan, dan
- memuat isi/materi pelajaran
Pada tahap ini guru memfasilitasi para siswa untuk bekerja dalam kelompok (4-6 orang siswa) untuk:
Mendiskusikan “apa yang diketahui” dari permasalahan yang ada dilihat dari segi
pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Apa yang diketahui ini kemudian
didiskusikan untuk mencari kesepakatan tentang batasan-batasan mengenai
permasalahan tersebut, serta memilah-memilah isu-isu dan aspek-aspek yang cukup
beralasan untuk diselidiki lebih lanjut.
Melihat permasalahan dari “apa yang tidak diketahui” dan mendaftarkannya. Disini anggota kelompok akan mendaftarkan pertanyaan-pertanyaan atau isu-isu pembelajaran yang harus dijawab untuk memperjelas permasalahan. Dalam fase ini, anggota kelompok akan menganalisa permasalahan menjadi komponen-komponen, mendiskusikan implikasi-implikasi, mengajukan berbagai penjelasan atau solusi, dan mengembangkan hipotesis kerja. Hasil kegiatan ini berupa rumusan tujuan pembelajaran, informasi yang dibutuhkan, dan bagaimana informasi ini diperoleh.
Mendiskusikan, mengevaluasi, dan mengorganisir hipotesis dan mengubah hipotesis. Setiap kelompok akan mendaftar “Apa yang harus dilakukan” yang mengarah kepada sumberdaya yang dibutuhkan, siapa yang akan dihubungi, artikel yang akan dibaca, dan tindakan yang perlu dilakukan oleh para anggota. Dalam fase ini anggota kelompok akan menentukan dan mengalokasikan tugas-tugas, mengembangkan rencana untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Informasi tersebut dapat berasal dari dalam kelas, bahan bacaan, buku pelajaran, perpustakaan, video, dan dari seorang pakar tertentu.
Presentasi hasil kerja kelompok
Pada langkah ini setiap kelompok akan mempresentasikan pemecahan terhadap masalah yang ada dilanjutkan dengan diskusi termasuk mendiskusikan materi yang dapat dikembangkan dari permasalahan yang diajukan dan penyelesaian.
Pengembangan materi pembelajaran berdasarkan penyelesaian masing-masing kelompok.
Sumber : Disini
Layanan Tata Usaha
Layana pencetakan administrasi
Sukses Ujian Sekolah TP. 2014 / 2015
Inilah potret awal pembelajaran Sukses US 204 / 2015 Tes Kemampuan Dasar
Produk SBK Kelas 6A
Jumat, 05 September 2014
Kisah Wali Allah Yang Sholat Diatas Air
Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang lelaki yang sedikitpun tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berzikir kepada Allah S.W.T. Kemudian lelaki itu turun dari kapal yang sedang terunbang-ambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan solat di atas air.
Beberapa orang peniaga yang bersama-sama dia dalam kapal itu melihat lelaki yang berjalan di atas air dan dia berkata, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!" Lelaki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya. Para peniaga itu memanggil lagi, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!"
Kemudian lelaki itu menoleh ke arah orang yang memanggilnya dengan berkata, "Apa hal?" Seolah-olah lelaki itu tidak mengetahui apa-apa. Peniaga itu berkata, "Wahai wali Allah, tidakkah kamu hendak mengambil berat tentang kapal yang hampir tenggelam ini?"
Sumber : Link
Kamis, 04 September 2014
FOTRET KBM SDIT AT-TAQWIM
Semakin hari terlihat semangat yang nyata dari anak-anak SDIT AT-TAQWIM, Terbukti kita bisa melihat dari beberapa potret yang terekam saat proses KBM Berlangsung .Bagian Kiri Sebelah atas adalah aktivitas di Kelas 5A, Sebelah kanan atas aktivitas di kelas 6B, Sebelah kiri bawah kegiatan KBM Mapel BAQ Kelas 6A, Sebelah kanan bawah aktivitas KBM Dikelas 1B
Galery foto lebih banyak bisa dilihat DISINI
Resensi Buku : Sekolahnya Manusia
Judul Buku
Penulis
Cetakan
Diterbitkan
Ketebalan
ISBN
Resensor
|
:
:
:
:
:
:
:
|
Sekolahnya Manusia; Sekolah Berbasis Multiple Intelligences di Indonesia
Munif Chatib
Ke XV, Juni 2012
Penerbit Kaifa, PT.Mizan Pustaka
xxiv + 188 h; 23,5 cm
978-979-1284-28-8
Muhammad Iqbal (Koord. Divisi Kaderisasi Forum Lingkar Pena (FLP) Sulteng 2013)
|











