SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI SDIT AT-TAQWIM :::: SEMOGA MENJADI WADAH SILATURAHMI DAN INFORMASI

Jumat, 12 September 2014

Pesan

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan. (Sayidina Ali bin Abi Thalib)

Rabu, 10 September 2014

Karya Anak

Untuk mengasah kemampuan anak dalam bidang menulis, maka bagian Kurikulum SDIT AT-TAQWIM Menantang anak-anak untuk mengirimkan tulisan terbaiknya ke bagian editor blog at-taqwim. Untuk karya yang dianggap bagus dan layak untuk terbit akan di tampilkan di rubrik khusus Anak di halaman Karya Anak. mudah-mudahan seluruh karya anak ini menjadi insfirasi bagi anak-anak yang lain untuk senantiasa berkarya.

Selama ini masih minim sekali media untuk tempat penyaluran hasil karya mereka. Maka sekarang lewat media online ini Karya Anak bisa lebih optimal dan tersalurkan.

Sekian , semoga menjadi jembatan Informasi bagi kita Semua. Silahkan menuju halaman Karya Anak untuk melihat Karya Anak terbaik.

Klik Disini Karya Anak

Selasa, 09 September 2014

Kreasi Bunga Fantasy #SBK

Suasana Saat Pembuatan Kerajinan Tangan Bunga Fantasy Kelas VI-A

Minggu, 07 September 2014

Program Qurban Berkah 1435 H



Puji dan syukur hanya bagi Allah Azza wa Jalla yang telah mensyariatkan ibadah Qurban di bulan DzulhijjahShalawat dan salam semoga berlimpah pada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Sebagai bentuk kegiatan rutin tahunan, kami panitia Qurban SDIT At-Taqwim akan menyelenggarakan Program Qurban Berkah 1435 H, untuk warga yang berada di sekitar lingkungan SDIT At-Taqwim. Kegiatan ini bertujuan mendorong pesdik merealisasikan perintah Al-Quran dan As-Sunnah untuk mencintai golongan fakir miskin, melatih pesdik untuk mengasah kecerdasan sosial, yaitu jiwa empati dan rasa solidaritas, serta membangun komunikasi dan interaksi (ukhuwah) antara warga sekolah (pesdik/guru/staf) dengan warga sekitar sekolah. 
Oleh sebab itu, kami mengajak Bapak/Ibu orangtua pesdik untuk berpartisipasi dalam program ini dengan cara memberikan infaq, baik dalam bentuk uang, ataupun berupa hewan qurban  yang diserahkan  kepada Panitia Qurban Berkah 1435 H, melalui Kasir SDIT At-Taqwim up. Bp. Eriyanto HP 08197686012. Adapun Kisaran Besaran Harganya adalah : 

Infaq dalam bentuk uang : Rp. 2.500.000,-/jiwa, untuk sapi dan domba qurban 
(sudah termasuk infaq untuk pemeliharaan dan distribusi)

Catatan        :  - Untuk Hewan Qurban Domba, berlaku untuk satu jiwa /ekor.
-   Untuk Hewan Qurban Sapi, selain bisa untuk satu jiwa, bisa pula di kumpulkan dari 7 jiwa/ekor.
-   Pelaksanaan Penyembelihan hewan qurban pada Tgl. 10 Dzulhijjah / Hari Raya Iedul Adha mulai Pukul 09.00 WIB di SDIT At-Taqwim.

Selanjutnya, batas akhir penyerahan infaq dilakukan selambat-lambatnya:
1.      Untuk Infaq berbentuk Uang, diterima dari tgl 1 Sep 2014 – 30 Sep 2014.
2.      Untuk Infaq berbentuk hewan qurban, diterima tgl 04 Okt 2014.


.“Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syari’atkan penyembelihan (Qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizqikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS. Al Hajj : 34) 

PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

PROBLEM BASED LEARNING (PBL) ~ Pembelajaran berbasis masalah (PBM) atau Problem – Based Learning (PBL) adalah metode pembelajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata yang tidak terstruktur dengan baik sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah dan memperoleh pengetahuan.
PBL 
Teori belajar PBL
Kurikulum sekolah kita merupakan kurikulum berbasis kompetensi (Competence_Based
Curriculum), bukan kurikulum berbasis pengetahuan (Knowledge_Based Curriculum).
Sebagai kurikulum berbasis kompetensi (KBK), kurikulum sekolah kita dapat
dikategorikan sebagai pengalaman bukan sekedar pedoman atau kumpulan materi untuk
dipelajari. Konsekuensinya, guru dalam pembelajaran harus memfasilitasi para siswa
dengan berbagai kegiatan sehingga para siswa mendapat pengalaman belajar yang
bermakna.
PBL dimulai dengan asumsi bahwa pembelajaran merupakan proses yang aktif, kolaboratif, terintegrasi, dan konstruktif yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan
kontekstual.
PBM ditandai juga oleh pendekatan yang berpusat pada siswa (students’- centered), guru sebagai fasilitator, dan soal terbuka (open-ended question) atau kurang terstruktur (ill-structured) yang digunakan sebagai rangsangan awal untuk belajar. Soal terbuka maksudnya adalah soal yang memiliki banyak solusi dan karenanya siswa perlu mengkaji banyak metode sebelum memutuskan jawaban tertentu. Masalah yang kurang terstruktur akan mendorong siswa untuk melakukan investivigasi, melakukan diskusi, dan mendapat pengalaman memecahkan masalah.
Selain menekankan learning by doing, PBL membuat siswa sadar akan informasi apa yang telah diketahui pada masalah yang dihadapi, informasi apa yang dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan tersebut, dan strategi apa yang akan digunakan untuk memperlancar pemecahan masalah. Mengartikulasikan pikiran-pikiran tersebut akan membantu siswa menjadi pemecah masalah (problem solver) dan siswa yang mengetahui apa yang harus dilakukan (self-directed) yang lebih efektif.
Tujuan dari PBL
Memfasilitasi siswa agar:
1. Berpikir kritis dan analitis
2. Mencari dan memanfaat sumber belajar yang berasal dari lingkungan sekitar,
3. Menggunakan pengetahuan secara efektif, dan
4. Mengembangkan pengetahuan dan strategi untuk permasalahan selanjutnya.



Kegiatan-kegiatan pada PBL
Pada dasarnya terdapat dua kegiatan utama: pemecahan masalah dan mempelajari  materi berdasarkan penyelesaian masalah tersebut.
Langkah-langkah PBL
Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah:

Penentuan masalah
Penentuan masalah dapat dilakukan oleh guru dan para siswa, atau diajukan oleh guru untuk menyesuaikan dengan kompetensi yang akan dicapai.
Ciri-ciri masalah untuk PBL:
  • tidak terstruktur dengan baik (ill-structured)
  • memerlukan informasi lebih lanjut untuk memahaminya dibandingkan dengan soal biasa,
  • memuat banyak cara penyelesaian,
  • dapat berubah dengan adanya informasi baru,
  • terhindar dari anggapan bahwa siswa telah mengetahui jawabannya,
  • menimbulkan minat dan kontroversi dan menyebabkan siswa bertanya-tanya,
  • memiliki banyak jawaban dan cukup kompleks sehingga memerlukan kerjasama dan perlu pemikiran bukan sekedar ingatan, dan
  • memuat isi/materi pelajaran
Pemecahan masalah
Pada tahap ini guru memfasilitasi para siswa untuk bekerja dalam kelompok (4-6 orang siswa) untuk:
Mendiskusikan “apa yang diketahui” dari permasalahan yang ada dilihat dari segi
pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Apa yang diketahui ini kemudian
didiskusikan untuk mencari kesepakatan tentang batasan-batasan mengenai
permasalahan tersebut, serta memilah-memilah isu-isu dan aspek-aspek yang cukup
beralasan untuk diselidiki lebih lanjut.
Melihat permasalahan dari “apa yang tidak diketahui” dan mendaftarkannya. Disini anggota kelompok akan mendaftarkan pertanyaan-pertanyaan atau isu-isu pembelajaran yang harus dijawab untuk memperjelas permasalahan. Dalam fase ini, anggota kelompok akan menganalisa permasalahan menjadi komponen-komponen, mendiskusikan implikasi-implikasi, mengajukan berbagai penjelasan atau solusi, dan mengembangkan hipotesis kerja. Hasil kegiatan ini berupa rumusan tujuan pembelajaran, informasi yang dibutuhkan, dan bagaimana informasi ini diperoleh.
Mendiskusikan, mengevaluasi, dan mengorganisir hipotesis dan mengubah hipotesis. Setiap kelompok akan mendaftar “Apa yang harus dilakukan” yang mengarah kepada sumberdaya yang dibutuhkan, siapa yang akan dihubungi, artikel yang akan dibaca, dan tindakan yang perlu dilakukan oleh para anggota. Dalam fase ini anggota kelompok akan menentukan dan mengalokasikan tugas-tugas, mengembangkan rencana untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Informasi tersebut dapat berasal dari dalam kelas, bahan bacaan, buku pelajaran, perpustakaan, video, dan dari seorang pakar tertentu.
Presentasi hasil kerja kelompok
Pada langkah ini setiap kelompok akan mempresentasikan pemecahan terhadap masalah yang ada dilanjutkan dengan diskusi termasuk mendiskusikan materi yang dapat dikembangkan dari permasalahan yang diajukan dan penyelesaian.
Pengembangan materi pembelajaran berdasarkan penyelesaian masing-masing kelompok.

Sumber : Disini

PERPUSTAKAAN SDIT AT-TAQWIM

Sadar Kamera saat pengambilan gambar

Koleksi Buku

Ruang Baca